
MAN 1 /Kerinci, 25 Agustus 2026 � Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tahun 2026 menjadi momentum penting bagi umat Islam di Indonesia untuk menguatkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW.
Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA, dalam pernyataannya menegaskan bahwa peringatan Maulid bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan harus menjadi gerakan moral dan spiritual kebangsaan.
�Maulid Nabi adalah tentang meneladani akhlak. Nabi Muhammad SAW adalah teladan dalam hal kejujuran, kasih sayang, toleransi, dan kepemimpinan yang melayani. Di tengah tantangan zaman, kita butuh meneladani sifat-sifat beliau untuk merawat kerukunan, memperkuat persaudaraan, dan membangun bangsa,� tegas Menag Nasaruddin Umar.
Beliau juga mengajak seluruh madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan Islam untuk menjadikan Maulid sebagai titik tolak penguatan Kurikulum Berbasis Cinta dan moderasi beragama.
�Islam yang diajarkan Nabi adalah Islam yang cinta. Cinta kepada Allah, cinta kepada sesama manusia tanpa membedakan suku dan agama, cinta kepada ilmu, dan cinta kepada negeri. Ini yang harus kita wariskan kepada generasi muda,� lanjut Menag.
MAKNA MAULID BAGI GENERASI MADRASAH TAHUN 2026
Bagi pelajar, khususnya di madrasah, peringatan Maulid 1448 H memiliki 3 makna utama:
1. Penguatan Akhlakul Karimah
Meneladani sifat Siddiq, Amanah, Tabligh, Fathonah. Jujur dalam belajar, amanah dalam organisasi, berani menyampaikan kebaikan, dan cerdas dalam menghadapi tantangan.
2. Menumbuhkan Semangat Panca Cinta
Sesuai program Kementerian Agama, siswa diajak mencintai Allah, Nabi, sesama, ilmu, dan tanah air. Ini menjadi pondasi untuk mencegah radikalisme dan intoleransi.
3. Aksi Nyata Kepedulian Sosial
Seperti akhlak Nabi yang penyayang, siswa didorong untuk berbagi, peduli kepada teman, gotong royong, dan menjaga lingkungan madrasah.
Kepala madrasah di berbagai daerah menyambut baik arahan Menag. Mereka menilai peringatan Maulid harus diisi dengan kegiatan yang berdampak, seperti sholawat, kajian sirah, lomba keagamaan, dan aksi sosial.
Dengan semangat Maulid 1448 H, diharapkan lahir generasi muda Islam yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, toleran, dan cinta NKRI.
Kepala MAN 1 Kerinci, Mira Zuzana, S.Pd,
M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peneladanan akhlak Nabi harus diwujudkan dalam praktik nyata di madrasah.
�Alhamdulillah, anak-anak MAN 1 Kerinci sudah membiasakan sifat jujur. Buktinya, dalam pelaksanaan ujian sekarang kita sudah menggunakan e-ujian dengan sistem pengacakan soal. Jadi setiap siswa mendapatkan urutan soal yang berbeda. Dengan begitu budaya mencontek bisa kita hilangkan, dan kejujuran menjadi budaya,� ujarnya.
Lebih lanjut beliau menjelaskan implementasi 4 sifat utama Nabi di MAN 1 Kerinci:
1. Siddiq/Jujur ? Diterapkan melalui kejujuran akademik dan sikap disiplin.
2. Amanah ? Dibina melalui banyaknya organisasi dan wadah pengembangan bakat siswa. Dengan banyak kepengurusan, siswa dilatih bertanggung jawab terhadap program yang dijalankan dan amanah dalam kepemimpinan.
3. Tabligh ? Siswa dibiasakan berani menyampaikan kebenaran dengan cara santun, aktif di dakwah sekolah, dan menjadi teladan.
4. Fathonah/Cerdas ? Terus diasah melalui prestasi akademik, tahfidz, dan kegiatan literasi.
Ibu Mira Zuzana juga menambahkan dukungan penuh terhadap program Kementerian Agama.
�Saat ini Kementerian Agama telah mencanangkan Kurikulum Berbasis Cinta dengan Panca Cinta. Laporannya bertingkat, dari Kementerian Agama Kabupaten Kerinci kepada Bapak H. Pahrizal, S.Ag, M.M, hingga ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi di bawah pimpinan Bapak Dr. H. Mahbub Daryanto, M.Pd.I. Panca Cinta ini sangat selaras dengan visi MAN 1 Kerinci yaitu Beriman, Berakhlak, dan Berprestasi. Karena dengan cinta kepada Allah, kepada Nabi, kepada sesama, dan kepada ilmu, maka iman akan kuat, akhlak akan mulia, dan prestasi akan lahir,� jelasnya.
Humas MAN 1 Kerinci
|
72x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...