
Setiap tahun, tren "tanggal cantik" seperti 11/11 atau 12/12 selalu menarik perhatian masyarakat. Fenomena ini tidak hanya mewarnai perayaan pernikahan massal, tetapi juga menjadi momentum peluncuran bisnis dan berbagai kegiatan penting lainnya. Banyak orang menantikan momen-momen tersebut, percaya bahwa susunan angka yang simetris membawa energi khusus atau keberuntungan tersendiri. Namun, muncul pertanyaan apakah angka-angka ini benar-benar membawa tuah atau sekadar simbol tanpa makna nyata.
Dalam dunia pendidikan, penting untuk menanamkan pemahaman tentang perbedaan antara nilai simbolis dan realitas kehidupan sejak dini. Ibu Azmiati, M.Pd, guru Fiqih di MAN 1 Kerinci, menegaskan bahwa generasi muda perlu dibekali kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terjebak pada mitos yang tidak berdasar. Ia secara rutin mengingatkan para siswa untuk tidak terlalu percaya pada hal-hal yang belum terbukti kebenarannya. Pandangan ini juga didukung oleh Kepala MAN 1 Kerinci, Ibu Mira Zuzana, S.P, S.Pd, M.Pd, yang mendorong terciptanya lingkungan madrasah yang kritis, logis, dan tetap berpegang pada nilai-nilai agama.
Selain di lingkungan pendidikan, upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya usaha dan doa juga dilakukan melalui program penyuluhan. Di Kabupaten Kerinci, literasi mengenai pentingnya mengutamakan ikhtiar dan doa terus digalakkan. Para penyuluh di bawah Kementerian Agama Kabupaten Kerinci, yang dipimpin oleh Bapak H. Pahrizal, S.Ag., MM, secara konsisten mengedukasi masyarakat agar tidak hanya mengandalkan tanggal cantik dalam mengambil keputusan penting. Program penyuluhan ini menjadi jembatan penting untuk membangun pola pikir masyarakat yang lebih rasional dan berbasis pada usaha nyata.
Secara ilmiah, belum ada bukti empiris yang menunjukkan bahwa deretan angka tertentu dapat memengaruhi nasib seseorang. Dalam ajaran Islam, keberhasilan dan perubahan nasib sangat bergantung pada usaha dan doa. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Surat Ar-Ra'd ayat 11 yang menyatakan bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Ayat ini menegaskan pentingnya tindakan nyata dan niat yang tulus dalam mencapai keberhasilan, bukan hanya mengandalkan simbol atau angka tertentu.
Dengan demikian, menjadikan tanggal cantik sebagai momen untuk merayakan peristiwa penting merupakan hal yang wajar sebagai bentuk ekspresi diri. Namun, seperti yang diajarkan di lingkungan madrasah dan disosialisasikan oleh Kementerian Agama Kabupaten Kerinci, masyarakat diimbau untuk tetap berpikir logis dan menyadari bahwa keberuntungan sejati berasal dari keputusan bijaksana dan tindakan konkret, bukan dari tanggal di kalender. Kesadaran ini penting agar masyarakat tidak terjebak pada mitos dan mampu menjalani kehidupan dengan lebih rasional dan penuh perencanaan.
|
6x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...