
Kerinci (MAN 1 Kerinci) – MAN 1 Kerinci memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan sarat nilai perjuangan. Keberadaan madrasah ini tidak lahir secara instan, tetapi tumbuh dari sebuah pengajian sederhana di rumah H. Khalik di Desa Sebukar pada tahun 1946 hingga berkembang menjadi madrasah negeri yang modern, berkarakter, dan berprestasi seperti sekarang.
Perjalanan sejarah MAN 1 Kerinci dapat dibagi ke dalam beberapa periode penting. Masa awal dimulai pada tahun 1946 ketika H. Khalik kembali ke Desa Sebukar setelah sekitar 16 tahun menuntut ilmu di Mekkah. Sepulangnya dari Tanah Suci, beliau mulai mengajarkan ilmu agama secara sukarela di rumahnya kepada masyarakat sekitar.
Pada periode 1946–1951, proses pembelajaran masih berlangsung secara sederhana dengan sistem nonklasikal. Murid belajar bersama tanpa pemisahan jenjang, menggunakan metode muzakarah atau musyawarah, dengan materi dasar-dasar keagamaan.
Memasuki tahun 1952, lembaga pendidikan tersebut mulai berkembang lebih terstruktur dengan dibentuknya Madrasah Awaliyah dan Madrasah Ibtidaiyah. Jumlah murid dan guru bertambah, materi pembelajaran semakin luas, dan sistem pendidikan mulai tertata lebih baik.
Perkembangan berikutnya terjadi pada tahun 1955 ketika masyarakat Sebukar secara swadaya membangun gedung semi permanen untuk mendukung kegiatan pendidikan. Bersamaan dengan itu, lembaga tersebut berkembang menjadi Sekolah Menengah Islam, lalu pada tahun 1956 berubah nama menjadi Madrasah Tarbiyah Islamiyah atau MTI.
Pada masa MTI, pendidikan berlangsung selama tujuh tahun dengan penekanan pada penguasaan bahasa Arab, tauhid, fikih, tafsir, hadis, tasawuf, akhlak, dan berbagai ilmu keislaman lainnya.
Tahun 1967 menjadi tonggak penting berikutnya. MTI dibagi menjadi tiga jenjang pendidikan, yaitu Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah. Jenjang Madrasah Aliyah inilah yang kemudian menjadi cikal bakal MAN Sebukar.
Secara administratif, lembaga ini tercatat berdiri pada 26 Juni 1970 berdasarkan SK Pendirian Nomor 01/PHN/AH/1968. Selanjutnya, pada tahun 1978 Madrasah Aliyah Agama Islam Swasta Sebukar resmi dinegerikan berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 17 Tahun 1978.
Sejak saat itu, lembaga tersebut dikenal sebagai Madrasah Aliyah Negeri Sebukar dan terus berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam penting di Kabupaten Kerinci.
Perubahan identitas kembali terjadi pada tahun 2016. Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 681 Tahun 2016, Madrasah Aliyah Negeri Sebukar resmi berubah nama menjadi Madrasah Aliyah Negeri 1 Kerinci.
Penguatan mutu kemudian ditandai dengan diraihnya Akreditasi A pada tahun 2018 berdasarkan SK Nomor 345/BANSM-Prov/XII/Jbi/2018 tanggal 3 Desember 2018.
Memasuki era modern, MAN 1 Kerinci terus bertransformasi melalui penguatan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas pelayanan, inovasi, pengembangan karakter, serta peningkatan prestasi siswa dan tenaga pendidik.
Kini, MAN 1 Kerinci berdiri di Jalan Perintis Depati Parbo, Simpang IV Sebukar, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, dengan NPSN 10507891.
Kepala MAN 1 Kerinci, Mira Zuzana, S.P., S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa sejarah panjang tersebut harus menjadi sumber inspirasi bagi seluruh warga madrasah.
“Perjalanan MAN 1 Kerinci adalah perjalanan pengabdian. Dari pengajian sederhana di rumah H. Khalik, tumbuh melalui semangat masyarakat, hingga menjadi madrasah negeri seperti sekarang. Sejarah ini harus menjadi kekuatan untuk terus meningkatkan kualitas, menjaga nilai-nilai keislaman, dan melahirkan generasi yang unggul serta berkarakter,” ujarnya.
Jejak sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan MAN 1 Kerinci dibangun melalui keikhlasan, gotong royong, perjuangan pendidikan, dan komitmen lintas generasi.
Dari rumah sederhana di Sebukar pada tahun 1946, MAN 1 Kerinci kini terus melangkah sebagai madrasah yang mengintegrasikan ilmu, iman, akhlak, teknologi, dan prestasi dalam membentuk generasi masa depan.
|
12x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...