
Kemitraan antara dunia usaha dan dunia industri menjadi salah satu materi utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Madrasah Aliyah (MA) Plus Keterampilan dan MAKN Tahun 2026 atau EXTRANAS ke-8 yang berlangsung di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Agenda ini dihadiri oleh para kepala madrasah dan pemangku kepentingan pendidikan vokasi dari berbagai daerah.
Materi strategis tentang kemitraan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Anhas, S.Ag., M.Si. Dalam kesempatan itu, Anhas menjelaskan tugas dan tanggung jawabnya yang meliputi proses rekrutmen, akreditasi lembaga penempatan, serta program penempatan kerja. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara madrasah dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), demi mencetak lulusan yang kompeten, tersertifikasi, dan siap memasuki dunia kerja baik di dalam maupun luar negeri.
"Madrasah Plus Keterampilan harus menjadi jembatan antara siswa dengan industri. Lulusan tidak hanya punya ijazah, tapi juga punya skill dan sertifikat kompetensi yang diakui DUDI dan siap kerja," tegas Anhas dalam paparannya di hadapan para peserta workshop.
Melalui kemitraan ini, diharapkan terbuka peluang magang, pelatihan, sertifikasi, hingga penempatan kerja bagi lulusan MA Plus Keterampilan. BP2MI juga turut hadir dalam Rakernas untuk memberikan perlindungan serta informasi mengenai prosedur kerja yang aman bagi calon pekerja migran. Dengan demikian, lulusan madrasah tidak hanya siap bersaing di pasar kerja nasional, tetapi juga memiliki bekal untuk bekerja di luar negeri secara aman dan legal.
Kepala MAN 1 Kerinci, Mira Zuzana, menyambut baik materi yang disampaikan. Ia menyatakan kesiapan MAN 1 Kerinci untuk membangun kemitraan dengan DUDI dan lembaga terkait agar lulusan madrasah memiliki daya saing tinggi. Mira menambahkan, "Ini peluang besar bagi MAN 1 Kerinci. Dengan adanya kemitraan ini, kami ingin siswa tidak hanya lulus, tetapi juga langsung terserap di dunia kerja sesuai bidang keterampilannya. Di Kerinci, khususnya MAN 1 Kerinci, hampir 30% lulusannya tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Jadi, peluang ini merupakan upaya MAN Plus Keterampilan untuk mempersiapkan skill siswa sesuai minat mereka, apalagi keterampilan di MAN 1 Kerinci lebih banyak terkait teknologi yang menyesuaikan dengan generasi Z."
Rakernas EXTRANAS ke-8 ini menjadi momentum penting bagi Kementerian Agama, Kementerian Ketenagakerjaan, dan BP2MI untuk memperkuat ekosistem pendidikan vokasi di madrasah. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri nasional dan global. Dengan demikian, madrasah dapat berperan aktif dalam menyiapkan generasi muda yang siap kerja dan berdaya saing tinggi di era modern.
|
4x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...