
Kerinci (MAN 1 Kerinci) – Semangat berinovasi terus tumbuh di MAN 1 Kerinci. Tidak tanggung-tanggung, empat guru dan pegawai MAN 1 Kerinci tampil membawa empat inovasi berbeda dalam Presentasi dan Demonstrasi Inovasi Pemilihan Pegawai Inovatif Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kerinci Tahun 2026 yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting, Rabu (12/8/2026).
Keempat inovator tersebut adalah Farhan Fajar Pratama, M.Pd. dengan Aplikasi GETAR (Gerakan Tertib Bareng), Eka Kerestiana, S.Pd. dengan GEMA KOMPETEN, Risnaldi, S.Sy., M.H. dengan PTSP Digital MAN 1 Kerinci, serta Neli Elmi, S.Pd. dengan inovasi Kartu Izin Masuk Terlambat dan Kartu Kendali Izin Keluar Madrasah.
Mereka menjadi bagian dari 30 peserta yang berasal dari berbagai satuan kerja di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kerinci. Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menjelaskan gagasan, tetapi juga menunjukkan pelaksanaan, manfaat, bukti dukung hingga demonstrasi inovasi yang telah dikembangkan.
Dari Ketertiban Siswa hingga Pelayanan Digital
Farhan Fajar Pratama, M.Pd. tampil dengan Aplikasi GETAR, singkatan dari Gerakan Tertib Bareng. Inovasi tersebut dikembangkan untuk membawa pengelolaan ketertiban dan pembinaan siswa ke sistem berbasis data.
GETAR dilengkapi akun berdasarkan peran, input cepat, mode razia kelas, pengurangan poin otomatis, riwayat pelanggaran berulang, prioritas pembinaan hingga mekanisme pemulihan poin setelah siswa menjalani pembinaan. Sistem tersebut mendukung pengelolaan ketertiban sekitar 390 siswa dalam 21 kelas dengan melibatkan guru, wali kelas, Guru BK, pimpinan dan admin.
Sesuai semangat yang diusungnya, GETAR membawa pesan: “Catat cepat, pantau tepat, bina bersama.”
Inovasi berikutnya datang dari Eka Kerestiana, S.Pd. melalui GEMA KOMPETEN (Gerakan Bersama Meningkatkan Kompetensi). Inovasi ini memanfaatkan komunitas digital sebagai ruang bagi guru untuk memperoleh informasi pelatihan, diklat dan webinar, sekaligus saling mendampingi melalui konsep Buddy System.
Menariknya, GEMA KOMPETEN dapat berjalan tanpa anggaran khusus karena memanfaatkan fasilitas yang sudah digunakan sehari-hari seperti WhatsApp, Google Drive, gawai dan koneksi internet.
PTSP Digital Bawa Pelayanan Madrasah Makin Praktis
Pada bidang pelayanan publik, Risnaldi, S.Sy., M.H. tampil dengan Portal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Digital MAN 1 Kerinci.
Melalui satu portal, berbagai layanan administrasi dapat diakses secara lebih mudah. Portal tersebut mengintegrasikan Buku Tamu Elektronik, pelayanan surat online, legalisir online, pengajuan cuti pegawai, pengaduan masyarakat, PPDB Online, cek status pengajuan hingga sistem inventaris digital atau e-Barang.
PTSP Digital juga menawarkan kemudahan akses tanpa keharusan membuat akun atau login, serta didukung fitur tanda tangan elektronik, notifikasi WhatsApp, pengecekan status pengajuan dan touch screen kiosk di ruang PTSP MAN 1 Kerinci.
Sementara itu, Neli Elmi, S.Pd. mengangkat inovasi yang sederhana namun menyentuh persoalan nyata di lingkungan madrasah, yakni Kartu Izin Masuk Terlambat dan Kartu Kendali Izin Keluar Madrasah.
Melalui inovasi tersebut, peserta didik yang datang terlambat maupun yang harus meninggalkan madrasah saat jam pembelajaran memiliki bukti izin yang jelas dan terdokumentasi. Data yang terkumpul selanjutnya dapat digunakan guru piket, wali kelas dan pembina kedisiplinan sebagai bahan evaluasi dan pembinaan.
Kepala MAN 1 Kerinci: Inovasi Harus Hidup dan Memberikan Manfaat
Kepala MAN 1 Kerinci, Mira Zuzana, S.P., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi keberanian guru dan pegawai MAN 1 Kerinci dalam menghadirkan ide serta solusi terhadap berbagai kebutuhan di lingkungan madrasah.
“Kami bangga karena empat inovator MAN 1 Kerinci hadir membawa gagasan yang lahir dari kebutuhan nyata di madrasah. Inovasi jangan berhenti pada perlombaan, tetapi harus hidup, digunakan, dikembangkan dan benar-benar memberikan manfaat bagi guru, peserta didik serta masyarakat. Kami ingin budaya berinovasi terus tumbuh di MAN 1 Kerinci,” ungkapnya.
Menurutnya, inovasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Hal terpenting adalah keberanian menemukan persoalan, menghadirkan solusi, menerapkannya dan terus melakukan penyempurnaan.
“Siapa pun bisa menjadi inovator. Yang terpenting adalah berani melihat masalah, menemukan solusi, kemudian mewujudkannya menjadi perubahan. Semoga empat inovasi yang tampil hari ini menjadi pemantik lahirnya lebih banyak inovasi dari MAN 1 Kerinci,” tambahnya.
Empat Gagasan, Satu Semangat Perubahan
Keikutsertaan empat inovator tersebut memperlihatkan luasnya ruang inovasi di MAN 1 Kerinci. GETAR bergerak pada pembinaan kedisiplinan berbasis digital, GEMA KOMPETEN pada peningkatan kualitas sumber daya guru, PTSP Digital pada transformasi pelayanan publik, sedangkan Kartu Kendali Kedisiplinan menghadirkan solusi praktis terhadap pengawasan peserta didik.
Empat inovator, empat gagasan, dan empat solusi yang berbeda, tetapi bermuara pada satu tujuan: mewujudkan MAN 1 Kerinci yang semakin tertib, adaptif, inovatif dan memberikan pelayanan terbaik.
Ajang Pemilihan Pegawai Inovatif Tahun 2026 pun menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Bagi MAN 1 Kerinci, kegiatan tersebut menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari persoalan sederhana di sekitar tempat kerja, kemudian diolah menjadi gagasan yang memberikan manfaat nyata.
Dari ruang kelas, ruang guru, PTSP hingga gerbang madrasah, semangat inovasi terus bergerak. MAN 1 Kerinci tidak sekadar mengikuti perubahan—MAN 1 Kerinci ikut menciptakan perubahan.
|
340x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...