
Kerinci (MAN 1 Kerinci) — Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Kerinci, Mira Zuzana, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara dan tenaga kependidikan di lingkungan MAN 1 Kerinci untuk meningkatkan kualitas kinerja, mengembangkan kompetensi, menjaga disiplin, serta memberikan dampak nyata bagi kemajuan madrasah.
Ajakan tersebut disampaikan Mira Zuzana dalam pembinaan apel pagi yang diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan MAN 1 Kerinci. Ia menegaskan bahwa perubahan sistem pengelolaan karier ASN menuntut setiap pegawai agar tidak lagi bekerja sekadar menjalankan rutinitas dan menggugurkan kewajiban.
“Sudah saatnya ASN berhenti bekerja biasa-biasa saja. Kehadiran saja belum cukup. Setiap pekerjaan harus memiliki hasil yang jelas, bermanfaat bagi madrasah, serta dapat dibuktikan melalui laporan dan dokumen pendukung,” ujar Mira Zuzana.
Menurutnya, penerapan Manajemen Talenta ASN menjadi momentum penting bagi seluruh pegawai untuk memperbaiki budaya kerja. Melalui Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 411 Tahun 2025, instansi pemerintah diwajibkan membangun Manajemen Talenta ASN untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan menempatkan ASN terbaik pada posisi yang tepat.
Dalam Manajemen Talenta ASN, pegawai dinilai berdasarkan dua parameter utama, yaitu kinerja dan potensial. Penilaian tersebut mencakup hasil evaluasi kinerja, penghargaan, penugasan dalam tim kerja, umpan balik 360 derajat, kompetensi, potensi, kualifikasi, pengalaman jabatan, serta integritas dan moralitas.
Mira Zuzana mengingatkan agar Sasaran Kinerja Pegawai tidak hanya disusun sebagai kelengkapan administrasi. Setiap target harus selaras dengan program madrasah, dapat diukur, diselesaikan tepat waktu, dan dilengkapi dengan bukti kinerja.
“Setiap pekerjaan harus menghasilkan keluaran. Setiap keluaran harus memberikan manfaat, dan setiap manfaat harus dapat dibuktikan. Pekerjaan yang tidak terdokumentasi dengan baik akan sulit terbaca dalam sistem,” jelasnya.
Ia juga meminta seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk membiasakan diri menyimpan laporan kegiatan, surat tugas, perangkat pembelajaran, dokumentasi, hasil pelayanan, karya inovasi, sertifikat pelatihan, penghargaan, serta bukti kontribusi dalam tim kerja.
Selain kinerja, pengembangan kompetensi menjadi bagian penting dalam pemetaan talenta. Riwayat pelatihan dan pengembangan kompetensi ASN selama tiga tahun terakhir menjadi salah satu sumber penilaian dan harus dibuktikan melalui sertifikat kepesertaan atau sertifikat kompetensi.
Namun, Mira Zuzana menekankan bahwa pelatihan tidak boleh hanya menjadi kegiatan untuk mengumpulkan sertifikat.
“Sertifikat memang penting, tetapi penerapan ilmu jauh lebih penting. Pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan harus digunakan untuk memperbaiki pembelajaran, meningkatkan pelayanan administrasi, menyelesaikan masalah, dan melahirkan inovasi di madrasah,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala MAN 1 Kerinci juga mengingatkan pentingnya menjaga perilaku kerja dan hubungan antarsesama pegawai. Umpan balik 360 derajat memungkinkan perilaku ASN dinilai oleh atasan, rekan sejawat, dan bawahan. Karena itu, setiap pegawai harus membangun komunikasi yang baik, menghargai rekan kerja, mampu bekerja sama, menerima kritik, dan menyelesaikan permasalahan secara profesional.
Nilai dasar ASN BerAKHLAK, yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, harus diwujudkan dalam pekerjaan sehari-hari, bukan hanya menjadi slogan yang dibacakan dalam apel.
Mira Zuzana turut menegaskan bahwa integritas dan disiplin akan sangat menentukan perjalanan karier seorang ASN. Riwayat hukuman disiplin selama lima tahun terakhir menjadi salah satu bagian dalam verifikasi rekam jejak pegawai pada Manajemen Talenta ASN.
Oleh karena itu, seluruh pegawai diminta menjaga kehadiran, menaati jam kerja, melaksanakan tugas dengan jujur, menggunakan fasilitas negara secara bertanggung jawab, menjaga kerahasiaan dokumen, serta bijak dalam menggunakan media sosial.
“Kompetensi dapat membuka peluang karier, tetapi integritas menentukan apakah seseorang layak dipercaya. ASN MAN 1 Kerinci harus menjadi teladan dalam kedisiplinan, pelayanan, dan tanggung jawab,” tegasnya.
Pada akhir pembinaan, Mira Zuzana mengajak seluruh ASN dan tenaga kependidikan MAN 1 Kerinci untuk mulai memperbaiki kualitas SKP, melengkapi bukti kinerja, mengikuti pelatihan yang relevan, memperbarui data kepegawaian, bersedia menerima penugasan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
“Karier ASN masa depan bukan hanya ditentukan oleh siapa yang paling lama bekerja, tetapi oleh siapa yang paling siap membuktikan kinerja, meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan memberikan dampak nyata bagi madrasah serta masyarakat,” pungkasnya.
Melalui pembinaan tersebut, MAN 1 Kerinci berkomitmen membangun budaya kerja yang profesional, produktif, akuntabel, dan berintegritas untuk mendukung terwujudnya madrasah yang maju, bermutu, dan berprestasi.
|
140x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...