
MAN 1 Kerinci – Ibadah haji bukan hanya perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setiap jamaah tentu berharap dapat meraih predikat haji mabrur, yaitu haji yang diterima dan diridhai oleh Allah SWT.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Haji mabrur tidak ada balasan baginya selain surga.”
Hadis tersebut menunjukkan betapa besar keutamaan haji mabrur di sisi Allah SWT. Namun, haji mabrur tidak hanya diukur dari selesainya rangkaian ibadah di Tanah Suci, melainkan juga dari perubahan sikap dan akhlak setelah kembali ke tanah air.
Secara umum, haji mabrur dimaknai sebagai ibadah haji yang dilaksanakan dengan niat ikhlas, cara yang benar sesuai tuntunan syariat, serta diiringi dengan perilaku baik dan menjauhi perbuatan dosa.
Beberapa ciri haji mabrur yang sering dijelaskan para ulama di antaranya:
1. Perubahan Akhlak Menjadi Lebih Baik
Seseorang yang memperoleh haji mabrur biasanya menunjukkan perubahan dalam sikap dan perilaku. Lebih sabar, rendah hati, menjaga ucapan, serta semakin dekat dengan Allah SWT.
2. Semakin Rajin Beribadah
Setelah pulang dari haji, jamaah tetap menjaga salat, membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir, dan meningkatkan amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Menjaga Hubungan dengan Sesama
Haji mabrur juga tercermin dari sikap sosial yang baik, seperti membantu sesama, menjaga silaturahmi, serta menghindari pertengkaran dan permusuhan.
4. Menjauhi Perbuatan Maksiat
Ibadah haji menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan meninggalkan kebiasaan buruk yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT juga mengingatkan jamaah haji agar menjaga perilaku selama berhaji:
“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Barang siapa menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji.”
(QS. Al-Baqarah: 197)
Momentum haji hendaknya menjadi titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Tidak hanya memperoleh gelar “haji” secara sosial, tetapi benar-benar menghadirkan nilai ketakwaan dan keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pemahaman tentang makna haji mabrur, diharapkan jamaah dapat mempersiapkan diri tidak hanya secara fisik dan materi, tetapi juga secara spiritual dan akhlak, sehingga ibadah haji benar-benar membawa keberkahan dan perubahan positif dalam hidup.
|
12x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...